mengatasi luka bakar pada anak
Family Pharmaceutical & Healthcare

Aisyah Tersiram Air Panas – Gimana Cara Mengatasi Luka Bakar pada Aisyah?

Mengatasi luka bakar, khususnya pada anak butuh ketelatenan. Hal ini bertujuan agar luka cepat mengering, tidak menjadi infeksi dan minim bekas lukanya. Ini cerita pengalaman saya pada Aisyah.

Tadinya saya gak pernah berpikir mau menuliskan tentang cerita ini. Alasannya adalah karena saya sendiri gak mau nginget-nginget lagi kejadian yang menyedihkan, yang disebabkan karena keteledoran saya sebagai seorang ibu. Tapi, ada salah satu DM yang masuk ke blog saya minggu ini, menanyakan soal, apakah saya punya pengalaman dengan masalah luka bakar, khusunya pada anak.

Mau dibilang nggak, nyatanya saya punya. Mau dibilang punya, saya malu hati, karena berarti saya pernah sedemikian teledornya sebagai ibu, sampai-sampai Aisyah harus kena luka bakar, waktu umurnya menginjak 8 bulan.

Cerita bermula saat Aisyah lagi senang-senangnya narik-narikin sesuatu yang dia lihat. Dia bisa narik taplak meja tanpa mempertimbangkan apakah tindakannya tersebut berbahaya buat dirinya sebagai bayi berusia 8 bulan atau tidak. Dia juga suka narikin piring atau gelas yang ada di meja, lagi-lagi tanpa berpikir panjang apakah perbuatan itu sifatnya mubah atau makruh, perlukah dilakukan atau lebih baik dia mencari kegiatan berfaedah lainnya.

Aisyah gak pernah berpikir sejauh itu.

Alhasil, saya berpikir bahwa lebih aman untuk meletakan Aisyah di Baby Walker, karena dengan begitu dia punya sedikit jarak dengan apapun yang ada di atas meja.

Nyatanya nggak. Sore itu setelah saya mandikan, saya letakan Aisyah di baby walkernya, lalu saya bergegas membereskan perlengkapan mandinya. Saya pikir semua sudah cukup aman. Tapi, saat itu mama saya baru saja meletakan teh panas miliknya di atas meja. Letaknya sebenarnya sudah agak ke tengah, karena memang kami sudah mewanti-wanti jika Aisyah melakukan hal yang yang melanggar undang-undang, yaitu mengambil sesuatu yang bukan haknya. Tapi sayangnya, tangkai gelas tersebut mengarah ke arah luar, sehingga masih bisa dijangkau Aisyah dengan berusaha keras menjinjit di baby walkernya. Hanya dalam hitungan detik setelah mama saya meletakan teh tersebut, Aisyah langsung menarik gelas dan … byurrrr!

“Woaaaaaaaaaaaaaaa’” Aisyah kesiram teh panas!

Tehnya bukan teh yang mendidih banget, tapi karena kulit bayi yang masih tipis, ini tetap membuat kulit perut dan dada Aisyah melepuh. Saya buru buru oleskan salep luka bakar, Bioplacenton, setelah terlebih dahulu melepaskan baju Aisyah.

Aisyah nangis merintih, tapi gak lama. Karena memang Aisyah ini tipikal bayi yang gampang move on. Saya susuin Aisyah lalu dia tidur. Aisyah emang cepet lupa ama masalahnya. Awalnya saya pikir salep ini bisa mencegah luka melepuh, nyatanya tidak. Luka di perut Aisyah akhirnya melepuh. Saya kabari suami saya agar dia pulang lebih awal, supaya Aisyah bisa dibawa ke rumah sakit segera.

Treatment 1 : Langkah Pertama yang Tepat Saat Tersiram Air Panas

Oya, saya juga harus menginfokan bahwa ternyata apa yang saya lakukan saat pertama kali melihat Aisyah ketumpakan air panas adalah kurang tepat. Pertolongan pertama pada kasus tersiram air panas sebaiknya adalah, menyiram bagian tersebut dengan air dingin mengalir sampai rasa panas yang dirasakan menghilang, dan baru mengoleskan salep. Hal ini bisa meminimalisir terjadinya lepuhan dan mengurangi rasa sakit.

Dulu Mama saya juga sempat kesiram air panas di bagian paha, dan seketika dia langsung membalut pahanya dengan tepung terigu. Dia baca itu di internet katanya. Mungkin dia baca di situs-situs yang jualan tepung terigu. Abang Kei sampe bilang, “Loh, nenek kok dibalutin terigu, abis itu mau digoreng emangnya?”

Komentar abang selalunya gak menyelesaikan masalah.

Treatment 2 : Pengelupasan Kulit Mati

Setibanya suami saya di rumah, kita mulai memikirkan akan dibawa kemana Aisyah. Asam lambung suami saya kambuh pas lihat Aisyah. Jadi pikiran saya terdistraksi seketika, kelihatannya kita bawa dulu suami saya ke dokter abis itu baru mikirin Aisyah. Abang kasih masukan berguna, kenapa kita gak bawa Aisyah dan Papa buat diperiksa di satu tempat yang sama. Pas mikir yang agak mendesak, Abang baru bisa diajak kerjasama.

Kami diterima langsung di UGD RS. Islam. Karena saat itu BPJS Aisyah memang belum ada, Aisyah masuk jalur umum. Yang awalnya kami pikir udah gak ada tempat tidur karena antrian pasien di UGD banyaknya ngalahin antrian POM Bensin kalo besok mau naik harga, ternyata salah. Dengan statement kami gak pake BPJS, tetiba ada tempat tidur buat Aisyah. Kayak sulap.

Aisyah bangun waktu itu. Dia bingung ngeliat orang rame banget. Semua orang natap saya seolah saya ibu yang gak berguna, yang lupa nyampurin air dingin ke air panas pas mandiin Aisyah, sampe badannya melepuh. Suster bilang, untuk mengatasi luka bakar dengan lebih baik, harusnya saya tidak menunda lama untuk datang ke RS, sehingga kulit mati lebih mudah untuk dikelupas. Ya, kulit mati dan lepuhan harus dikelupas supaya luka cepat sembuh. Saya gak kebayang gimana pedihnya. Di kulit yang terkena luka bakar, suster membersihkan terlebih dahulu, baru kemudian dia kelupas dengan kasa steril.

Aisyah ngejerit, Saya mau ikutan ngejerit tapi takut bikin Aisyah tambah ngejerit dan kita jerit-jeritan di rumah sakit. Papanya Aisyah sibuk megangin tangan Aisyah sambil berdoa, Pas keadaan panik gitu, ntah kenapa saya suka lupa mau ngebaca doa apa. Untung susternya udah pengalaman banget jadi proses pengelupasan bisa berjalan lancar jaya.

Menurut suster luka Aisyah gak terlalu dalam, hanya di lapisan kulit terluar saja, jadi gak perlu diperban. Cukup diolesin salep luka bakar, mereka kasih yang merek MEBO. Konon salep ini memang sangat bagus dan mampu mengeringkan luka bakar hanya dengan itungan 2-4 hari. Selesai disalepin, Aisyah selesai juga ngejerit dan lagi-lagi mulai move on. Dia mulai senyum-senyum dan pulangnya minta diajak makan mie Ayam.
Oh, nggak ini mamanya yang mau mie ayam.

Treatment 3 : Perawatan Luka Bakar Di rumah

Selanjutnya, untuk mengatasi luka bakar saat di rumah, kami dibekali antibiotik dan obat penurun deman, kalau-kalau ada infeksi yang menyebabkan demam. Tapi dua obat itu tidak ada yang kami berikan ke Aisyah. Saya gak melihat ada tanda-tanda Aisyah mengalami infeksi. Nah, ini tanda infeksi sejauh yang saya pahami dan saya dapatkan di beberapa sumber, seperti :

  • Adanya demam
  • Luka yang membengkak
  • Luka yang memerah di kulit sekitar luka bakar
  • Ada tumpukan nanah
  • Rasa nyeri yang meningkat
  • Adanya kelenjar getah bening yang membesar di sekitar luka

Karena pada Aisyah tidak saya temui tanda-tanda tersebut, saya berpikir bahwa Aisyah baik-baik saja. Aisyah juga tetap ceria bahkan jarang menangis saat luka dibersihkan dan diberikan salep MEBO. Saya memutuskan membalut longgar luka Aisyah dengan kasa steril, karena selama luka basah Aisyah tetap aktif bergerak.

Penting juga untuk diperhatikan, anak dengan luka bakar butuh asupan cairan yang lebih banyak. Aisyah terus saya susui sesering mungkin dan konsumsi air putihnya pun saya tambahkan. Menu MPASI Aisyah pun saya ganti bubur nasi pakai kuah sup atau kuah bayam.

Oya, walaupun anak butuh cairan banyak saat luka bakar, bukan berarti kita semena-mena dengan ngasih anak Thai Tea toping puding dan bubble karena lagi trend, dan gak perlu juga ngajak anak ke Starbucks buat ngopi di sana. Gak perlu ya!

Nah ini tahap dalam mengatasi luka bakar yang saya lakukan di rumah.

Perawatan luka Aisyah di rumah :

  • Cuci tangan sebelum membersihkan luka bakar
  • Bersihkan luka setiap 4 jam sekali. Luka bisa dibersihkan dengan air hangat atau larutan NACL steril. Saya memilih larutan NACL steril saat itu.
  • Larutan ini bisa dibeli di apotek. Cara membersihkan luka bukan dengan menggunakan kapas, melainkan dengan menggunakan kassa steril. Jika terdapat kasa pembalut yang menempel di luka, bilas luka dengan air atau NACL sampai kasa tersebut bisa dilepas.

  • Setelah luka dibersihkan, lalu beri salep mebo merata pada kulit luka. Salem MEBO ini memiliki bau khas, seperti minyak wijen. Saya berasa lagi di restoran Korea kalo lagi makein salep ke Aisyah. Salep ini juga mengeluarkan minyak yang menjadi pelindung luka. Memang luka terlihat selalu basah karena adanya minyak tersebut, tapi ketika luka dibersihkan akan terlihat sebenarnya luka mulai mengering.
  • Balut luka jika diperlukan. Menurut suster jika lukanya tidak terlalu dalam maka tidak perlu pembalutan. Saya membalut luka Aisyah pada siang hari, karena Aisyah tetap aktif bermain, sedang malam hari saya tidak membalut lukanya.
  • Dalam waktu 2-4 hari luka akan mengering, biarkan luka mengelupas dengan sendirinya.

Itu dia cara mengatasi luka bakar yang masih basah di rumah. Lakukan dengan konsisten. Jangan paginya disalepin, sorenya nggak atau baru dua bulan kemudian disalepin lagi. Jangan, ya! Cukup blog aja yang digituin!

Treatment 4 : Perawatan Bekas Luka

Salah satu efek dari luka bakar adalah, bekas luka yang tampak jelas. Dan, karena Aisyah ini adalah wanita, tentu menjadi pemikiran sendiri buat saya. Saya mulai browsing-browsing tentang cara mengatasi luka bakar khususnya pada cara meminimalkan bekas luka akibat luka bakar. Ada banyak tips yang saya dapat mulai dari menggunakan obat herbal dan non herbal.

Sebenarnya beberapa tips mengatasi luka bakar dengan menggunakan obat herbal cukup menarik, misalnya menggunakan lidah buaya dan madu. Saya sempet mencoba, tapi karena kurang sabar ama lengket-lengketnya, alhasil saya hentiin. Aisyah juga kalo pake madu suka banget jilatin tangannya kalo abis kesentuh madunya.

Atas saran salah satu teman yang saudaranya pernah ngalamin hal serupa, akhirnya saya memilih memakai MEDERMA. Salep dioleskan setiap habis mandi pagi dan sore selama kurang lebih 3 bulan. Bagi saya hasilnya lumayan, selumayan harga salepnya yang bikin meriang. Perasaan baru beli salep kemaren sore, besoknya udah abis. Tapi hasilnya cukup memuaskan menurut pendapat saya. Luka bakar Aisyah sangat samar sekali. In Syaa Allah kalau besar nanti tidak terlihat jelas.

mengatasi luka bakar aisyah
Baru tersiram air panas
luka bakar aisyah 3
Kondisi saat ini – Luka bakar samar

Setelah segala perjuangan saya dalam mengatasi luka bakar pada Aisyah menuai hasil, saya pun berjanji sama diri saya bahwa ini tidak akan terjadi lagi di kemudian hari. Saya juga jadi mulai parnoan kalo Aisyah mulai mainan korek api, mainin charger hape, atau main colok-colokan listrik pake obeng. Saya udah gak biarin Aisyah mainin itu semua lagi, termasuk membebastugaskan Aisyah dari tugas ngeganti lampu kamar kalo mati dan bersihin kompor gas. Semua tugas itu saya kerjain sendiri sebagai bukti saya menyesal.

Semoga Abang dan Aisyah senantiapa dilindungi dari hal yang membahayakan mereka, Aamiin!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.