Anak makan es krim saat batuk, boleh gak ya?
Pharmaceutical & Healthcare

Anak Makan Es Krim saat Batuk, Aman Gak, Ya?

Mama, you know, it’s never too cold for ice cream!
-all children in the world-

Mendengar anak kecil merengek minta es krim adalah hal yang biasa dialami semua orang tua di dunia. Tapi, mendengar anak kecil merengek mau makan es krim saat batuk dan flu, nah ini bukan sekadar luar biasa, tapi cukup menyebalkan. Mau dibilang gak boleh nangisnya tambah kenceng, mau dibilang boleh, dia lagi batuk.

Ini sering kejadian ama anak saya, si Kei. Oya, karena ini tulisan pertama saya, jadi saya mau kenalin dulu putra kecil saya. Saya dan Suami sepakat kasih nama dia Andi Fannan Kei. Sekarang, usianya sudah menuju 5 tahun dan tengah bersekolah di TK A. Sore ini, selepas bangun tidur, tiba-tiba yang bersangkutan merengek minta es krim. Saya kaget, karena dia masih belum sembuh dari batuk. Semakin dikasih pengertian, semakin dia gak mengerti.

Untuk menenangkan dia, saya pegang pundaknya, arahin kepalanya ke wajah saya dan saya tanya dia, “Abang mimpi apa? Kok, bangun tidur langsung minta es krim?” Iya, pertanyaan ini memang serasa gak penting, tapi sebagai ibu, saya merasa wajib untuk mengetahui apa yang melatar belakangi anak saya tiba-tiba minta es krim, setelah dia bangun tidur.

“Abang lupa ma, abang mimpi apa. Mungkin mimpi es krim. Mungkin kebawa mimpi es krim nya, ma. Abang beli es krim ya, maaa,” demi menjawab pertanyaan saya, wajahnya dibuat sedemikian rupa sehingga terkesan bahwa dia akan baik-baik saja, walau makan es krim saat batuk. Sebenarnya ini bukan yang pertama kali terjadi. Biasanya, kalau batuk Kei mulai mereda, saya sih oke aja membelikannya.

Cuma, karena ini tulisan pertama saya, saya jadi ingin memaparkannya dengan gamblang. Sebenarnya, boleh tidak makan es krim saat batuk menyerang?

Dari beberapa referensi yang saya temui, tidak ada literatur yang secara signifikan menekankan bahwa, makan es krim saat batuk bisa membuat batuk bertambah parah. Pendapat lain yang juga sering beredar, es krim membuat produksi mukus di saluran pernapasan bertambah banyak, sehingga membuat batuk semakin sering terjadi. Nah, ini dia beberapa pendapat baik yang pro atau pun yang kontra tentang makan es krim saat batuk.

Pendapat Pro – Dibolehkan Makan Es Krim Saat Batuk

you can eat ice cream

1.Es Krim Sumber Kalori

Saat anak sakit batuk, maka tenggorokan pun biasanya akan mengalami peradangan. Pada saat ini juga nafsu makan si kecil akan menurun. Es krim dengan tekturnya yang lembut dan cair, memungkinkan ia dengan mudah dapat ditelan oleh si kecil, tanpa harus menyebabkan rasa sakit saat menelan di tenggorokan. Hal ini berbeda dengan makanan lainnya, yang sering membuat tenggorokan lebih terasa sakit saat menelan ketika mengonsumsi makanan tersebut. Dengan sulitnya mengonsumsi makanan, es krim dianggap sebagai salah satu sumber kalori yang bisa dimanfaatkan, agar asupan nutrisi anak tetap terpenuhi. So’ gak masalah makan es krim saat batuk, dengan alasan untuk menggantikan kalori dari makanan lain yang enggan dimakan oleh si kecil.

2. Es Krim adalah Anastetik Alami untuk Radang Tenggorokan?

Es krim sering juga disebut sebagai anastetik atau penenang alami yang juga bermanfaat dalam mengurangi nyeri akibat peradangan, sekaligus memberikan efek rileksasi pada tenggorokan. Tentu tak semua jenis es krim yang memiliki manfaat seperti ini. Es krim tanpa tambahan toping lah yang dibolehkan. Artinya benar-benar es krim murni, atau es krim dengan rasa coklat dan vanila. Tambahan toping seperti krim coklat, kacang-kacangan, roti atau biskuit atau susu kental, justru tidak disarankan.

3. Es Krim untuk Terapi Pasca Operasi Amandel

Nah, kalau yang ini sumbernya saya ambil dari newkidscenter.com. Menurut website tersebut, setiap anak atau pun orang dewasa yang habis menjalani operasi tonsilitis, disarankan untuk mengonsumsi minuman atau makanan dingin, salah satunya es krim. Tapi, sebelum mengonsumsi makanan yang dingin, sebaiknya anak meminum air putih terlebih dahulu. Nah, akan lebih baik lagi jika es krim yang dikonsumsi adalah es krim dengan rasa plain atau es krim yoghurt.

Itu dia tiga alasan yang mengemukakan mengapa anak boleh saja makan es krim saat batuk. Nah, berikut ini adalah 3 pendapat yang kontra, atau melarang seseorang makan es krim saat batuk.

Pendapat Kontra – Sebaiknya Tidak Makan Es Krim saat Batuk

you can not eat ice cream

1. Makan Es Krim Membuat Peradangan Bertambah Serius

Adanya komponen gula yang tinggi pada es krim diyakini oleh banyak orang sebagai pencetus peradangan pada tenggorokan, yang akhirnya menyebabkan infeksi dan juga batuk. Apabila seseorang mengalami batuk dan radang tenggorokan, tetapi masih mengonsumsi es krim, maka kondisi radang tersebut sulit untuk berangsur sembuh karena kadar gula yang memenuhi peradangan tersebut akan semakin tinggi, sehingga infeksi makin memburuk. Perlu diingat, apakah radang terjadi setelah anak atau seseorang makan es krim sebelumnya. Jika ya, berarti radang tersebut disebabkan oleh kadar gula dalam es krim tersebut.

2. Es Krim Menambah Produksi Lendir Tenggorokan atau Dahak

Walaupun belum ada penelitian yang secara tegas membahas bahwa konsumsi dairy food atau makanan olahan susu bisa menyebabkan produksi dahak meningkat, namun hal ini sangat diyakini oleh banyak orang. Mereka beranggapan makanan olahan susu, terlebih es krim menyebabkan dahak bertambah dan akhirnya menumpuk dan menebal di tenggorokan. Batuk adalah salah satu cara tubuh untuk mengeluarkannya. Karenanya, ketika seseorang sedang batuk dan tetap mengonsumsi es krim, produksi dahaknya juga akan semakin banyak, sehingga batuk sulit disembuhkan.

3. Es Krim Membuat Suhu Tubuh Mendingin

Nah, ini yang lebih masuk logika saya sebenarnya. Ketika seseorang sakit, menjaga suhu tubuh agar tetap normal atau sedikit hangat adalah lebih baik dibanding membuat suhu tubuh menjadi lebih dingin. Makan es krim memang dikhawatirkan membuat suhu tubuh menjadi lebih dingin. Ketika tubuh menjadi lebih dingin maka seseorang juga akan mengeluarkan lebih banyak energi untuk membuat tubuhnya menjadi lebih hangat kembali.

 

Pendapat yang mana yang akan saya pakai?

Nah, ini bagian yang tersulit. Selama ini saya selalu labil dalam menetapkan pendapat. Saya terbiasa fleksible dengan terlebih dahulu melihat kondisi Kei. Apabila saya rasa batuknya mereda, maka tidak masalah bagi saya jika Kei makan es krim. Pertimbangan saya untuk tetap memberikan Kei es krim biasanya karena ia tak mau minum susu atau pun makan nasi saat dia flu dan batuk, ini yang menjadikan saya harus berpikir mencari cara lain untuk mengganti sumber energi dari makanan, yang biasa dia konsumsi.

Jadi sekiranya inilah pertimbangan saya jika saya memutuskan tetap membelikan Kei es krim:

    • Dahak pada batuknya tidak terlalu banyak
    • Radang tenggorokannya membuat ia sulit makan atau bahkan tidak mau makan
    • Memberikan es krim dengan bahan baku susu, bukan sirup yang kandungan gulanya tinggi
    • Kei minta beliin es krimnya di minimarket terdekat, bukan di minimarket luar kota apalagi luar negeri
    • Sudah dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan suami

Jadi sepertinya saya memang akan menghadiahi es krim buat Kei!

2 thoughts on “Anak Makan Es Krim saat Batuk, Aman Gak, Ya?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *