lansoprazole untuk penyakit asam lambung
Pharmaceutical & Healthcare

Lansoprazole, Sahabatnya Penyakit Asam Lambung

Usaha menyembuhkan penyakit asam lambung bukan hanya untuk kenyamanan sesaat, tetapi untuk mengatasi masalah kesehatan jangka panjang. Sembuh dari masalah ini, membuat seseorang merasa hidup kembali.

Sudah lebih dari 6 bulan ini suami saya mengalami masalah penyakit asam lambung. Sebenarnya, gejala asam lambung sendiri hadir sudah lama, hanya saja baik saya dan suami tidak ada yang menyadarinya. Gejalanya sangat mirip dengan masuk angin, sehingga kami menganggap bukan sebuah masalah besar.

Sampai pada suatu saat, suami saya mengalami sesak napas di atas kereta api. Saya menduga dia terkena serangan jantung. Panik banget donk! Saya bawa dia ke RS. Agung, di bilangan Manggarai. Dan, tarrraaa…suami saya dinyatakan terkena penyakit asam lambung. Penyakit asam lambung ini adalah penyakit yang sama yang juga dialami kakak ipar saya.

Sedikit lega karena masalah penyakit jantung tersingkirikan, saya mulai sibuk memikirkan terapi apa yang cocok untuk suami saya. Ketika penyakit asam lambungnya kambuh, gejala yang diceritakan oleh suami saya adalah nyeri di perut, kliyengan, dada sedikit sesak, dan yang paling ngeganggu adalah rasa cemas . Walau rasa cemas yang dialami oleh suami saya belum sampai di tahap yang berlebihan, tapi saya cukup gelisah melihatnya.

Kalau rasa cemasnya muncul, suami saya berubah jadi pendiam dan seperti gelisah. Pada saat itu, saya harus berubah menjadi apoteker yang baik sekaligus motivator. Semua kata-kata bijaknya Mario Teguh saya keluarin, demi mengeluarkan dia dari kegelisahan. Kadang-kadang saya jadi Mama Dedeh juga yang ngeluarin ayat-ayat Alquran biar dia tenang. Pokoknya saya menjadi pa yang dia butuhkan. Cieh – cieh!

Oke, saya gak akan bahas bagaimana suami saya keluar dari kegelisahaannya. Sebagai Apoteker, yang saya akan bahas di sini adalah terapi medis yang dijalankan oleh suami, salah satunya mengonsumsi Lansoprazole.

Lansoprazole, Obat Setia Penderita Penyakit Asam Lambung

cara mengonsumsi lansoprazole Sejak awal mengetahui kalau suami memiliki masalah asam lambung, dokter langsung meresepkan antasid dan lansoprazole. Lansoprazole sendiri merupakan obat golongan Promt Proton Inhibitor (PPI), yang memang kerap digunakan untuk pengobatan asam lambung, dan masalah esophagus.

Lansoprazole sendiri tidak hanya membantu dalam mengatasi asam lambung, tetapi juga meringankan gejala-gejala terkait dengan tingginya asam lambung tersebut, seperti heartburn, sakit tenggorokan dan juga batuk yang persistent. Lansoprazole akan membantu untuk mencegah pembentuknya ulkus. Menurut laman situs www.drugs.com, lansoprazole yang dijualbelikan secara bebas bermanfaat untuk mengatasi rasa panas di dada atau heartburn, yang biasa terjadi 2 kali dalam seminggu, pada pasien dengan penyakit asam lambung.

Untuk mengatasi rasa terbakar pada bagian dada, lansoprazole tidak bekerja dengan cara yang cepat. Bahkan, ia membutuhkan waktu sampai dengan 4 hari untuk benar-benar menghilangkan gejala tersebut.

Sejauh ini, lansoprazole memiliki efek samping yang tidak terlalu mengkhawatirkan, atau masih bisa ditoleransi. Penggunaan lansoprazole untuk jangka wantu yang panjang, sampai dengan14 hari masih dianggap aman. Untuk penggunaan sampai dengan 4 bulan pun tidak masalah, selama dalam mengonsumsinya sesuai dengan petunjuk dokter.

Karena lansoprazole berperan dalam menurunkan asam lambung, maka obat ini dikonsumsi sebelum makan, dan waktu yang paling tepat adalah sebelum sarapan pagi. Obat ini diharapkan akan pecah dilambung, jadi jangan mencoba untuk menggerus atau mengunyah obat agar Anda lebih mudah menelannya. Untuk Anda yang kesulitan dalam meminum kapsul lansoprazole, Anda bisa memakannya dengan membuka kapsul dan menaburkannya di atas juice pagi hari Anda. Minumlah lansoprazole satu kali sehari dengan jumlah dan waktu yang dianjurkan oleh dokter.

Kapan Seharusnya Mengonsumsi Lansoprazole ini Harus Diawasi?

Untuk penderita penyakit asam lambung yang memang rutin mengonsumsi lansoprazole, ada beberapa hal yang tetap harus diwaspadai sebelum mengonsumsi obat ini. Ada beberapa kondisi dimana penggunaan obat ini harus dibawah pengawasan dokter, antara lain:

  • Memiliki masalah sulit menelan
  • Mengalami pendarahan dan feses berwarna hitam
  • Pada kasus dimana rasa dada terbakar itu sudah lebih dari 3 bulan berlalu
  • Nyeri dada yang terlalu sering
  • Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan
  • Merasa mual dan muntah yang berlebihan
  • Memiliki masalah gangguan metabolik
  • Jika ibu dalam masa hamil dan menyusui

Nah, sebaiknya kita tidak mengonsumsi obat ini, atau mencari alternative obat yang lainnya, jika mengalami hal ini:

  • Sakit pada hati
  • Kadar magnesium darah rendah
  • Mengalami osteoporosis

Sampai Kapankah Suami Saya dan Lansoprazole akan Bersahabat?

Sebagai penutup, saya ingin menggambarkan, bagaimana hubungan asmara suami saya dan lansoprazole saat ini. Meski tak lagi mengonsumsi rutin, tapi lansoprazole selalu tersedia di dalam tas suami saya. Terkadang, ketika asam lambung naik, suami saya tidak perlu mengonsumsinya lagi, karena hanya dengan melihat si lansoprazole saja, asam lambung sudah sedikit menjinak. Suami saya lebih banyak menghabiskan waktu dengan hal-hal yang positif, yang membuat asam lambungnya menurun.

Lalu, kapan kira-kira suami saya akan benar-benar putus hubungan dengan si lansoprazole ini? Saya dan suami sepakat, ini semua tergantung dari bagaimana suami saya bisa mengatur pola pikir dia tentang penyakit asam lambungnya, mencegah pemicu penyakin asam lambung kambuh dan tentu saja tergantung pada sifat-sifat buruk saya yang bisa saya tekan, yang terkadang membuat asam lambung suami saya naik.

Nah, untuk teman-teman saya yang juga mengalami penyakit asam lambung, bisa kenalan nih ama kakak ipar saya, yang kebetulan adalah pendiri komunitas GAI (Gerd Anxietas Indonesia) Bisa dilihat di Facebooknya GAI! Lumayan, di facebook itu kita bisa saling berbagai tentang keluh kesah hidup dengan penyakit asam lambung. Suami saya aja sampai sekarang belom gabung hehehehe!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.